August 2018



[2column]
[content]

Ketape.com - Sholat Idul Adha digelar pada Rabu 10 Dzulhijjah 1439 H atau 22 Agustus 2018.

Idul adha 2018 selalu identik dengan menyembelih hewan kurban seperti sapi, kambing, ataupun domba. Namun sebelum penyembelihan hewan kurban, selalu dilaksanakan shalat Idul Adha.

Nah, bagaimana cara melaksanakan seperti tata cara dan niat sholat Idul Adha 2018 atau Sholat Ied itu?

Mengutip dari situs nu.or.id, inilah niat shalat sunnah Idul Adha dalam bahasa Arab adalah berikut ini:

أُصَلِّيْ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) للهِ تَعَــــــــالَى
Ushallî rak‘ataini sunnata-li ‘îdil adl-hâ (ma’mûman/imâman) lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta‘âlâ.”

Atau bisa lebih lengkap:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) للهِ تَعَالَى
Ushallî sunnata-li ‘îdil adl-hâ rak‘ataini mustaqbilal qiblati (ma’mûman/imâman) lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha dua rakaat, menghadap kiblat (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta‘ala.”

Lafal niat dibaca menjelang takbiratul ihram.
Lafal niat juga bisa menggunakan bahasa lokal yang melakukan shalat.

Sebagai catatan, kedudukan lafal niat hanyalah sekunder alias membantu orang yang hendak melaksanakan shalat agar lebih mantap dan fokus pada niatnya.

Sementara yang primer tetaplah getaran batin tentang shalat Idul Adha itu sendiri.
Imam Ramli mengatakan:

وَيُنْدَبُ النُّطْقُ بِالمَنْوِيْ قُبَيْلَ التَّكْبِيْرِ لِيُسَاعِدَ اللِّسَانُ القَلْبَ وَلِأَنَّهُ أَبْعَدُ عَنِ الوِسْوَاسِ وَلِلْخُرُوْجِ مِنْ خِلاَفِ مَنْ أَوْجَبَهُ
“Disunnahkan melafalkan niat menjelang takbir (shalat) agar lisan dapat membantu (kekhusyukan) hati, agar terhindar dari gangguan hati dank arena menghindar dari perbedaan pendapat yang mewajibkan melafalkan niat”. (Nihayatul Muhtaj, juz I,: 437)

Niat adalah sesuatu yang sangat pokok dalam pelaksanaan ibadah.

Tidak sah ibadah seseorang yang tidak disertai dengan niat. Niat terletak di dalam hati, yang menandakan adanya kesengajaan dalam menunaikan ibadah tertentu.

Menurut Madzhab Syafi‘î, niat berarti sengaja melakukan sesuatu yang dilaksanakan berbarengan dengan aktivitas pertama saat shalat.

Artinya, dalam konteks shalat Idul Adha, jika melafalkan niat dilakukan sebelum takbiratul ihram maka niatnya itu sendiri dilaksanakan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.

Selamat merayakan Idul Adha 2018 bagi umat muslim.

Tata Cara Shalat Ied

Berikut tata cara shalat id secara tertib sebagai mana disarikan dari kitab Fashalatan karya Syekh KHR Asnawi, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama asal Kudus.

Pertama, shalat id didahului niat yang jika dilafalkan akan berbunyi “ushallî rak‘ataini sunnata li ‘îdil adlhâ” kalau dilaksanakan sendirian. Ditambah “imâman” kalau menjadi imam, dan “makmûman” kalau menjadi makmum.

أُصَلِّيْ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) لِلهِ تَعَــــــــالَى
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Kedua, takbiratul ihram sebagaimana shalat biasa. Setelah membaca doa iftitah, takbir lagi hingga tujuh kali untuk rakaat pertama. Di antara takbir-takbir itu dianjurkan membaca:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Atau boleh juga membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

Ketiga, membaca Surat al-Fatihah. Setelah melaksanakan rukun ini, dianjurkan membaca Surat al-Ghâsyiyah. Berlanjut ke ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.
 
Keempat, dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, takbir lagi sebanyak lima kali seraya mengangkat tangan dan melafalkan “allâhu akbar” seperti sebelumnya. Di antara takbir-takbir itu, lafalkan kembali bacaan sebagaimana dijelaskan pada poin kedua. Berlanjut ke ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

Kelima, setelah salam, jamaah tak disarankan buru-buru pulang, melainkan mendengarkan khutbah idul adha terlebih dahulu hingga rampung. Kecuali bila shalat id ditunaikan tidak secara berjamaah.
Pada momen idul adha, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir. Takbiran dilaksanakan sejak bakda shubuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga selesainya hari tasyriq, yakni 11, 12, 13 Dzulhijjah. Takbiran hari raya Idul Adha dilakukan tiap selesai shalat fardhu.


 Dikutip

[/content]

[/content]



[/content]
[/2column]

Penting : Kita Sebaiknya Mebersihkan Tempat Tidur Sebelum Tidur


[2column]
[content]

Mengapa  Kita Sebaiknya Mebersihkan Tempat Tidur Sebelum Tidur, dan Rasulullah juga menganjurkan mebersihkan Tempat Tidur Sebelum Tidur . Berikut ini Penjelasannya

Sudahkah membiasakan diri mengibaskan tempat tidur dengan kain atau sarung sebelum kita mendudukinya dan tidur di atasnya? Tentunya sambil mengucapkan BISMILLAH.

Ternyata ada fakta saintifik di baliknya yang tentu saja pada keshatan tubuh kita. Kemudian apakah ada rahsia lain yang berkaitan dengan alam ghaib mengenai hal ini?

Karena itu jangan sampai kita meremehkan sunah yang satu ini sebelum tidur.

Dari sahabat Abu Hurairah ra Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam bersabda

“Apabila salah seorang dari kalian hendak berbaring di tempat tidurnya hendaklah ia kibas-kibas tempat tidurnya itu dengan sarungnya. Kerana dia tidak tahu apa yang terjadi pada tempat tidurnya setelah ia tinggalkan sebelumnya.”

(HR Bukhari Muslim) Hadis lain sebagai tambahan

“Bagi orang yang bangun dari tempat tidurnya kemudian kembali lagi maka dianjurkan untuk mengibasinya kembali.”
 (Sebagaimana hadis riwayat Tirmidzi. 3410)

Sekurang-kurangnya ada dua alasan penting yang menyebabkan kita perlu mengibaskan kain sarung ke atas tempat tidur yang akan kita tiduri:

1. Adanya kuman penyakit yang hinggap di tempat tidur, bantal dan selimut yang kita gunakan Bahwa setiap orang tidur di atas tempat tidur pastinya ada sel-sel mati di tubuhnya yang berjatuhan di tempat tidur dan pada saat seseorang itu terjaga dari tidurnya sel-sel tersebut tertinggal di situ. Ketika orang tersebut kembali tidur tapi tidak terlebih dahulu membersihkan tempat tidur yang akan diduduki kemungkinan besar ada kuman tak terlihat yang memakan sel-sel mati tersebut di atas tempat tidur, selimut dan bantal yang kita gunakan.

Oleh sebab itu sangat penting untuk mengibas atas katil terlebih dahulu untuk memastikan kuman tersebut hilang.

2. Adanya makhluk ghaib yang tidur di atas tempat tidur tersebut, yakni jin jahat atau syaitan Tidak ada satu tempat tidur pun yang terbentang di dalam suatu rumah yang tidak ditiduri oleh manusia, kecuali syaitan akan tidur di atas tempat tidur tersebut.

Orang yang beriman kepada yang ghaib pasti menyedari bahawa kita hidup bersama dengan makhluk ciptaan Allah yang lain yang tak terlihat mata kasar. Oleh sebab itu melakukan sunah mengibas-ngibaskan tempat tidur dengan sarung sebelum tidur sambil membaca Bissmallah insyaaAllah mampu menghindarkan kita dari godaan syaitan yang terkutuk. Sunnah yang mudah namun berfadilat besar. Wallaahualam.


Sunnah sebelum tidur kita membersihkan dulu tempat tidur kita

 Inspirasi / Dikutip Dari

[/content]
[/content]






[/content]
[/2column]

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget